Australia Tangkap 2 Awak Malindo Air Selundupkan Heroin
Ilustrasi borgol.
Negaratoto-- Kepolisian menangkap dua awak kabin maskapai , karena diduga terlibat sindikat untuk menyelundupkan jenis heroin dan metamphetamin (sabu) bernilai jutaan dolar. Mereka ternyata sudah diintai oleh aparat Negeri Kanguru selama enam bulan.
selain membekuk dua awak kabin, Kepolisian Federal Australia juga menangkap enam orang lain dalam operasi berjuluk Sunrise. Ada empat perempuan yang ditangkap, berusia sekitar 30 sampai 40-an tahun.
Malindo Air merupakan anak perusahaan Lion Air yang bermarkas di Malaysia. Mereka melayani penerbangan domestik Negeri Jiran dan juga regional.
Kepolisian Australia menduga kuat kedua awak kabin itu terlibat sindikat narkoba asal Vietnam, yang berpusat di Melbourne. Mereka diduga sudah beroperasi selama lima tahun di seluruh Negeri Kanguru untuk menyelundupkan heroin dan sabu dari Malaysia.Dari kedua awak kabin itu, aparat menyita delapan kilogram heroin senilai US$10,5 juta (sekitar Rp148,4 miliar).
Sedangkan dari penggerebekan di tujuh lokasi di Melbourne dan kawasan pinggirannya, polisi Australia menyita enam kilogram sabu senilai US$4,6 juta (sekitar Rp65 miliar).
"Malindo Air siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum di Australia atau Malaysia," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Humas Malindo Air, Andrea Liong.
Negaratoto-- Kepolisian menangkap dua awak kabin maskapai , karena diduga terlibat sindikat untuk menyelundupkan jenis heroin dan metamphetamin (sabu) bernilai jutaan dolar. Mereka ternyata sudah diintai oleh aparat Negeri Kanguru selama enam bulan.
selain membekuk dua awak kabin, Kepolisian Federal Australia juga menangkap enam orang lain dalam operasi berjuluk Sunrise. Ada empat perempuan yang ditangkap, berusia sekitar 30 sampai 40-an tahun.
Malindo Air merupakan anak perusahaan Lion Air yang bermarkas di Malaysia. Mereka melayani penerbangan domestik Negeri Jiran dan juga regional.
Kepolisian Australia menduga kuat kedua awak kabin itu terlibat sindikat narkoba asal Vietnam, yang berpusat di Melbourne. Mereka diduga sudah beroperasi selama lima tahun di seluruh Negeri Kanguru untuk menyelundupkan heroin dan sabu dari Malaysia.Dari kedua awak kabin itu, aparat menyita delapan kilogram heroin senilai US$10,5 juta (sekitar Rp148,4 miliar).
Sedangkan dari penggerebekan di tujuh lokasi di Melbourne dan kawasan pinggirannya, polisi Australia menyita enam kilogram sabu senilai US$4,6 juta (sekitar Rp65 miliar).
"Malindo Air siap bekerja sama dengan aparat penegak hukum di Australia atau Malaysia," demikian pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Humas Malindo Air, Andrea Liong.
Labels
berita internasional
Post A Comment
No comments :